REVIEW - GET MARRIED 4

Lebaran adalah sebuah momen krusial yang mungkin akan sangat dimanfaatkan oleh para sineas Indonesia untuk merilis film-filmnya di tanggal itu. Tak salah memang, momen itu mampu membuat film-film Indonesia mempunyai kuantitas penonton yang cukup banyak. Get Married adalah sebuah film Lebaran beberapa tahun lalu yang melejit mempunyai angka penonton hingga 1,4 Juta untuk ukuran sebuah film komedi. Maka Tak salah jika series ini pun berlanjut hingga seri keempatnya. 



Tetap bercerita tentang 4 Sahabat yaitu Mae (Nirina Zubir), Benny (Ringgo Agus Rahman), Eman (Amink), dan Guntoro (Deddy Mahendra Desta). Mereka sudah mengalami beberapa kehidupan setelah tiga seri dari film ini. Mae yang hidup bahagia dengan Rendy (Nino Fernandez), tiba-tiba dikejutkan dengan kabar pernikahan yang akan dilakukan oleh adik kandung Rendy yaitu Sophie (Tatjana Saphira) yang masih 16 tahun dengan pacarnya.

Mae pun berusaha untuk mencegah Sophie untuk melangsungkan pernikahannya. Karena menurut Mae, Sophie masih terlalu muda untuk menikah. Mae dengan keempat sahabatnya ini pun berusaha untuk menjodohkan Sophie dengan pemuda lain agar Sophie batal menikah. Maka bertemulah mereka dengan Jali (Ricky Harun), anak baru magang di kantor kelurahan. 

Funny, makes us laugh, but a little bit long duration which makes some parts of this movie messy and tiring.
Get Married adalah sebuah film Lebaran turun temurun yang dirilis dengan jangka waktu 2 Tahun sekali. Berarti 8 tahun lalu, adalah sebuah kesuksesan awal dari film Get Married hingga akhirnya seri film ini pun mulai di produksi hingga serinya yang kini sudah menginjak angka 4. Get Married seri pertama adalah sebuah sajian yang sangat menarik dari sutradara ternama Hanung Bramantyo. Maka, pemegang kendali film Get Married pun masih di kendalikan olehnya hingga seri kedua. Meskipun Get Married menurun dari segi kualitas di film keduanya. 

Maka dalam jangka waktu 2 tahun berikutnya paska Get Married 2. Monty Tiwa didapuk untuk menghidupkan kembali seri lebaran fenomenal ini. Get Married 3 pun dirilis. Mendapat sambutan yang cukup menggembirakan dari segi penonton. Tetapi, kualitasnya jauh lebih menurun ketimbang yang kedua. Maka, keputusan untuk mengadakan kembali seri Get Married ini setidaknya mendapat lampu kuning dan beberapa peringatan dari Penikmat film ataupun Penonton. 

But in fact, 2 Tahun paska Get Married 3 pun akhirnya dirilis pula Get Married 4 ini. Saya mengikuti ketiga film terdahulunya. Meskipun serinya mengalami penurunan dari segi kualitas. Apalagi seri ketiga dari film ini yang membuat saya kecewa luar biasa dengan seri film ini. Dengan adanya kabar bahwa Get Married 4 akan dirilis sebagai film lebaran. Saya pun cukup kecewa dengan keputusan itu. Jelas ini hanya sebagai aji mumpung dari nama Get Married sebagai drama komedi keluarga teman Lebaran. Karena sangat ditakutkan film ini akan flop dari segi Box Office (karena dengan seri yang terlalu panjang lantas akan membuat orang berpikir dua kali untuk menontonnya) ataupun kualitas film ini sendiri. 


Saya pun tidak pernah melihat trailer film ini sama sekali. Hingga suatu ketika, disaat saya menonton film lain di sebuah studio bioskop. Trailer film ini cukup menarik ketimbang 2 film lebaran lainnya yang akan dirilis bersamaan tanggal 2 Agustus. Film inilah yang masih mempunyai tone ceria tanpa cerita menye-menye layaknya dua film lebaran lainnya. Jadi jelas saya akan memilih menonton film ini terlebih dahulu ketimbang dua film Indonesia lainnya. Dan tak disangka, Get Married 4 mampu membuat saya tertawa terbahak-bahak dengan ikhlas ketika menyaksikannya di bioskop. 

Get Married 4, tak disangka menjadi sebuah sajian yang sangat enak untuk diikuti. Dari awal film ini dimulai, sajian komedi yang begitu beruntun ditawarkan dengan baik di film ini. Saya sangat menikmati semua sajian komedi di film ini dan hasilnya saya cukup terhibur dengan Get Married series garapan Monty Tiwa ini. Jika dibandingkan dengan seri pertamanya, jelas seri pertama film ini masih lebih bagus ketimbang seri keempatnya. But for me, Get Married 4 satu level diatas kedua seri sebelumnya. 

Tetapi sayangnya dengan durasi yang cukup panjang sekitar 110 Menit, ini adalah typical problem untuk film Indonesia. Kekuatannya pun memudar di tengah-tengah durasi film ini yang semakin bertambah. Jokes-jokes nya kelewat slapstick hingga akhirnya jatuhnya sedikit annoying dengan berbagai konflik atau adegan yang ditambah-tambahkan hingga akhirnya beberapa terkesan kurang efektif. Maka paruh awal film yang dibangun dengan begitu hilarious, malah cenderung menurun. Karena ritme film ini yang kurang dijaga. Tetapi, setelah mengalami penurunan. Beberapa adegan klimaks yang akhirnya membuat film ini mempunyai daya tariknya lagi. 

More complex conflict. And for me, I think this is A good choice Lebaran's movie which will accompany you to spend your holiday.
Get Married 4 pun tetap mengusung konflik sehari-hari yang masih relevan dengan dunia nyata. Tema filmnya kali ini yaitu Kawin Muda. Yah, konflik ini mungkin bisa dibilang masih tabu dimata masyarakat Indonesia. Kawin Muda memang terkesan memiliki pandangan negatif bagi sebagian orang termasuk saya. Dengan pandangan bahwa Kawin Muda mungkin dilaksanakan bagi remaja-remaja yang ternyata mengalami accident terlebih dulu sebelum menikah. Maka konflik inilah yang menjadi main conflict di film ini. 

Tetapi, masalah-masalah lain juga masih hadir di film ini. Seperti kasus Globalisasi. Masalah yang begitu umum yang coba dieksekusi di film ini. Tetapi, permasalahannya lebih menuju ke banyaknya remaja-remaja yang berprestasi di zaman yang begitu berkembangnya. Membandingkannya dengan masa-masa remaja sebelum Globalisasi yang kurang begitu berkembang. Serta beberapa konflik rumah tangga antara Mae dan Rendy yang juga masih disentil di filmnya yang keempat ini. Meskipun formulanya terkesan seperti Test Pack yang juga film besutan Monty Tiwa


Get Married 4 bisa dibilang berbeda dengan kedua film sebelumnya. Dengan adanya masalah-masalah yang begitu kompleks itulah yang membuat film ini layak untuk ditonton. Tak melulu hura-hura dengan begitu banyaknya jokes-jokes tapi juga masih memiliki sisi drama yang cukup sentimentil dan begitu emosional dengan eksekusi yang dari pemainnya. Membuat penonton ikut teriris saat menyaksikan film ini dan juga ikut tertawa saat menyaksikan film ini. Sebuah sajian drama dan jokes yang begitu balance. Meskipun ditengah cukup berantakan. 

Ingatkah kalian siapa saja pemeran Randy dari film Get Married 1 hingga 3? Yap. Pergantian aktor yang cukup membuat saya terganggu memang. Dari Richard Kevin, Nino Fernandez, Fedi Nuril, hingga akhirnya kembali ke Nino Fernandez lagi. Diantara ketiga pemain itu yang paling gagal menjadi sesosok Randy adalah Fedi Nuril. Dari segi wajah, dia sendiri yang paling Indonesia dan berbeda dengan 2 aktor sebelumnya yang lebih Blasteran wajahnya. Begitupun act-ability Fedi Nuril yang masih cukup kaku dan kurang ber-chemistry dengan baik saat beradu akting dengan Nirina Zubir. 


Maka, di film kali ini Nino Fernandez didapuk kembali menjadi sosok Rendy. If I may, Richard Kevin masih menjadi sosok Rendy yang paling pas ketimbang dua aktor lainnya. Tapi, Nino Fernandez di film ini pun mampu merusak image Richard Kevin yang pas sebagai sosok Rendy. Nino Fernandez terlihat menjalin hubungan yang lebih intim dengan Nirina Zubir. Mereka berdua beradu akting dengan chemistry yang terjalin begitu pas satu sama lain. Chemistry itu akan lebih terasa saat adegan klimaks film ini ditampilkan di layar. 

Dari segi cast, Nirina Zubir tetap berakting baik di film-filmnya. Nirina Zubir adalah aktris yang membuat saya terkesan sejak penampilannya di film 30 Hari Mencari Cinta. Jangan lupakan aktor dan aktris senior yang meramaikan film ini. Jaja Miharja, Meriam Bellina, serta Ira Wibowo yang masih bermain apik di film ini. Ringgo, Amink, dan Desta pun melakukan hal yang demikian. Tetap gila, gokil, dan bisa membawa suasana komedi film ini dengan kental. Serta penampilan Ricky Harun dan Tatjana Saphira serta beberapa artis pendukung yang juga masih bagus. Belum lagi dengan adanya Cameo-cameo yang cukup banyak seperti Tora Sudiro, Renanta Kusmanto, Arie Dagienkz yang cukup memeriahkan film ini.


Bagi kalian yang mengikuti seri film ini dari seri pertama hingga ketiga, kalian akan menemukan sebuah nuansa nostalgia dengan film pertamanya. Itulah yang saya rasakan saat menyaksikan Get Married 4. Dengan balutan soundtrack milik Slank yang dan special appearance nya menampilkan beberapa lagu seperti Pandangan Pertama, I Miss You But I Hate You, serta Cubit-Cubitan. Serta beberapa adegan yang membuat Slank setidaknya memberikan kontribusinya dalam berakting. 


Overall, Get Married 4 satu level diatas dua seri sebelumnya. Meski belum bisa sebagus film pertamanya. Tetapi, dengan jalinan cerita yang lebih kompleks. Get Married 4 mampu menjadi sebuah sajian Komedi dan Drama melankolis dengan porsi yang cukup balance. Buat saya, Sekali lagi Get Married menjadi film lebaran yang cocok bagi semua orang untuk melepas penat atau menghabiskan waktu liburan kalian.
 

Subscribe to receive free email updates: