REVIEW - Frankenweenie

Kartun dengan menggunakan teknologi Stop Motion memang sudah tak jarang lagi. Tim Burton, sutradara yang mempunyai ciri khas cerita yang dark mencoba menggunakan teknologi itu dengan memberikan efek gambar hitam-putih pada filmnya kali ini yang berjudul "Frankenweenie". Jelas memberi warna tersendiri di perfilman animasi. Bagaimana dengan hasil yang diberikan?
 Menceritakan tentang Victor yang jarang mempunyai teman. Dia berteman dengan anjingnya bernama Sparky. Dia benar-benar mencintai anjingnya. Hingga suatu ketika, Sparky tertabrak oleh mobil dan meninggal. Victor benar-benar tidak rela dengan kematian Sparky. Guru Sains-nya memberikan sebuah metode untuk membangkitkan makhluk hidup yang sudah meninggal. Victor mencoba menggunakan metode tersebut. Apa yang dia coba berhasil dan membuat Sparky hidup lagi. Victor mencoba menyembunyikan Sparky tetapi Edgar, teman sekelas Victor mengetahui bahwa Sparky hidup kembali. Akhirnya dia menceritakan semua kepada Edgar dan Edgar meminta agar membantunya di Pekan Sains. Tetapi teman-teman yang lain iri dan mencoba menggunakan metode milik Victor dan akhirnya mereka mencobanya. Petaka-petaka membangkitkan kematian pun terjadi.
http://collider.com/wp-content/uploads/frankenweenie2.jpg 
Mengusung teknologi Stop-Motion, Tim Burton ke jalur track-nya yang benar. Memang Burton tak terlalu khawatir dengan genre ini. Karena sudah kita tahu, The Nightmare Before Christmas atau Corpse Bride yang menjadi Film masterpiece-nya.Setelah mencoba sana-sini mengarahkan sebuah film dengan kualitas yang semakin memburuk seperti Dark Shadows. Frankenweenie rasanya menjadi sebuah masterpiece dari Tim Burton di beberapa tahun ini. Dengan warna film yang cukup dengan warna Hitam dan putih meski latar waktu film ini tidak pada masa lampau, Elemen cerita di film animasi ini cukup kuat dan menepis beberapa anggapan skeptis yang sekiranya dapat menjatuhkan film ini. Hitam-Putih tidak bisa mengekspresikan suatu film dengan baik? No! anda salah. Ingatlah The Artist, Film itu benar-benar emosional malah Film tersebut tanpa dialog nyata atau Film Bisu. Begitu pula dengan Frankenweenie, dengan gambar hitam-putih Burton tau benar memaksimalkan cerita disini. Efek hitam-putih juga memperkuat isi cerita di sini malah. Cerita yang diusung memang simple dan pas sekali ditonton dengan keluarga. Juga diselipi dengan beberapa joke yang segar, serta beberapa unsur horror yang memang tak seberapa seram karena mengingat film ini ditujukan untuk anak-anak. Meski begitu, cerita yang sudah memadat diawal tiba-tiba sedikit lepas kendali dengan mulai bermunculnya alur yang seketika melambat serta diikuti dengan penyelesaian yang sedikit cepat. Serta akhir film yang terkesan klise dan gampang ditebak. Durasi film ini yang tergolong lebih cepat ketimbang film animasi lainnya mungkin jadi penyebab utama dan mungkin naskah yang ditangani lebih dikembangkan dengan hasil yang maksimal lagi akan membuat film ini lebih kuat.
http://www.notanottinghillmum.co.uk/wp-content/uploads/2012/10/Frankenweenie.jpg 
 Animasi disini juga tergolong sedikit lebih "sadis" ketimbang film animasi lain. Tau sendiri, Animasi garapan Burton memang mempunyai ciri khas yang sangat halloween atau bisa dikatakan Gothic. Tokoh dengan mata besar dan mempunyai wajah yang sebenarnya bisa membuat takut anak kecil yang menontonnya. Serta Beberapa adegan di film ini Sudah tergolong "Gore" untuk film animasi. Apalagi bagian lepasnya bagian tubuh milik Sparky ketika dihidupkan kembali. Beruntung adegan yang Hitam-Putih menyelamatkan bagian "Gore" tersebut agar compatible untuk dilihat oleh anak-anak. Karena memang film ini diperuntukkan untuk anak-anak. Sekali lagi, tak perlu pengisi suara yang punya nama dengan jam terbang tinggi. Pengisi suara di film ini mampu memberikan jiwa bagi karakter di film ini. Efek Creepy yang jelas terjalin dibagian scoring juga melaksanakan tugasnya dengan baik. Believe what you did with heart and Love people even they're not in our world again. Point itu yang sudah diberikan kepada penonton dan tercerna dengan baik sekaligus menambah esensi tersendiri untuk film ini. Burton memang selalu memberikan sesuatu yang diluar batas dan estetika yang mungkin menjadi suatu hook tersendiri bagi dia. Film ini memang sangat Tim Burton sekali dan dia menjadikan film ini sebagai salah satu Film Animasi terbaik di Tahun 2012 ini dan yang menjadi nilai plus adalah naskah film ini murni Original Idea dari Tim Burton.
Overall, Frankenweenie adalah experience lain saat menyaksikan film animasi. Ceritanya yang gothic, penggunaan warna Hitam-Putih, serta diselipi unsur Gore. Tetapi cerita yang disampaikan sangat terjalin kuat meski melemah menuju tengah dan akhir film ini. tetapi ini termasuk yang terbaik di tahun 2012 ini.

Subscribe to receive free email updates: