REVIEW - Les Miserables

Sebuah drama musikal legendaris berjudul sama "Les Miserables" diangkat dari sebuah pertunjukkan opera ke bentuk film layar lebar. Dengan sutradara yang juga pernah menaungi sebuah film pemenang Oscar dalam kategori Best Picture yaitu film "The Kings Speech" dengan sutradara "Tom Hooper" apakah bisa menyaingi kualitas dari The Kings Speech?

Menceritakan tentang seorang tahanan bernama Jean Valjean (Hugh Jackman) yang kabur dari hukumannya. Saat Javert (Russel Crowe) akan mencoba menghukumnya hanya karena Jean mencuri sebuah roti. Diperjalanan Jean kabur, dia ditampung disebuah gereja. Di Gereja itu dia bertemu dengan seorang pendeta yang membantunya. Pendeta itu memberikan banyak barang perak kepadanya. Jean Valjean berubah menjadi seorang Walikota dan mengganti identitasnya. Sang Walikota mempunyai sebuah pabrik dan punya banyak pegawai. Salah satu pegawainya adalah Fatine (Anne Hathaway), dia dipecat dari pabrik itu karena dikira seorang pelacur. Disaat dia mulai bingung karena tidak bisa mendapatkan uang untuk menebus anaknya Cossette, Walikota itu bertemu dengan Fatine di tempat prostitusi dan membantunya. Disaat itu juga, Sang Walikota mengaku kepada hakim bahwa dia adalah Jean Valjean karena ada orang lain yang dihukum karena dikira Jean Valjean. Sang walikota pun dikejar oleh Javert. Cossete diambil dari pasangan suami istri marga Thernadier (Sacha Baron Cohen - Helena Bonham Carter). Cossete diangkat menjadi anak Walikota dan menjadi Cossete Dewasa (Amanda Seyfried).
http://images.hitfix.com/photos/2540243/Anne-Hathaway-leans-on-Hugh-Jackman-in-Les-Miserables.jpg
Les Miserables adalah drama opera yang sangat legendaris sekali. Les Miserables tahun 2012 ini bukan yang pertama. Karena sudah ada sebelumnya yang mengangkat drama opera legendaris ini. Bisa dikatakan film ini memang bukan film yang cocok untuk semua kalangan. Tetapi bagi penonton awam yang bisa mencari keindahan film ini, bisa dikatakan film ini adalah sebuah cinematic experience yang tidak bisa dengan mudah kita lupakan dan selalu terngiang-ngiang di hati dan pikiran kita. Atau bisa jadi film ini akan menjadi sebuah film yang paling membosankan yang pernah dilihat. Karena film ini adalah sebuah film dengan genre musikal murni. Apalagi dengan durasi 158 Menit yang mungkin cukup lama (The Dark Knight Rises memiliki durasi 170 Menit). Film ini benar-benar semua narasinya dibawakan dengan lantunan lagu-lagu yang indah. Lagu-lagu di film ini dikatakan adalah dialog-dialog yang mengantarkan kita ke alur ceritanya. Jadi, lagu-lagu di film ini berperan sangat besar untuk menceritakan tentang alur ceritanya dan hampir seluruh dialog di film ini akan disajikan dengan melodi dan nada-nada yang indah. Bukan hanya sebagai sebuah lagu pengiring yang biasa kita lihat di film-film musikal biasanya seperti High School Musical atau Pitch Perfect atau yang lainnya. Lagu-lagu di film Les Miserables ini memiliki makna di setiap scene-nya bukan hanya menjadi backing atau memperkuat jalinan cerita saja tetapi lebih dari itu. Film ini dibuka dengan pengenalan center character di film ini yang sangat tergali dengan baik. Benar-benar diceritakan awal mula sang tokoh utama dengan detail. Seluruh perjalanan hidupnya dikisahkan dengan narasi yang kuat. Film ini sebenarnya mempunyai sebuah konflik yang sangat rumit. Dengan melibatkan banyak tokoh di film ini. Tetapi, hubungan antar karakter di film ini tergali dengan baik. Sehingga semua jalinan kisah antar karakter dapat menghasilkan sebuah emosional cerita yang saling mendukung satu sama lain. Sehingga kita sebagai penonton bisa ikut merasakan penderitaan setiap karakter dan rasa emosional mereka satu sama lain. Cerita di film ini bisa dikatakan mempunyai 3 Babak dengan konflik cerita yang berbeda-beda. Semakin bertambah tahun, karakter bertambah, konflik pun bertambah dan kita akan tahu penyelesaian film ini. Semua diceritakan dengan benar-benar rapi, solid dan tertata. Tom Hooper pun bisa memberikan nuansa klasik yang begitu kental di dalam filmnya kali ini. Semua terekam dalam bentuk motion picture yang benar-benar indah. Suatu hal yang sangat mengejutkan di film ini adalah jajaran cast di film ini. Semua cast di film ini mempunyai jam terbang yang tinggi dan sama sekali tak terbersitkan oleh saya bahwa semua cast di film ini mempunyai suara yang indah.
http://www.filmofilia.com/wp-content/uploads/2012/11/Les-Miserables_3.jpg
Ya! Mereka benar-benar bisa bernyanyi. Bisa tahu karena Tom Hooper menggunakan metode "Live Recording" yang mungkin akan membuat beberapa suara di film ini masih terdengar kasar dan sedikit tidak sempurna. Tetapi, semua kelemahan itu bisa dengan gampang dibelokkan oleh Hooper. Semua kelemahan diubahnya menjadi sebuah kekuatan yang benar-benar solid dan membuat film ini semakin emosional dan membuat penonton dengan gampang menafsirkan suasana hati yang dirasakan oleh para tokoh di film ini. "I Dreamed A Dream" yang ditampilkan oleh Anne Hathaway menjadi track dan penampilan favorit serta menjadi yang paling kuat diantara semua nyanyian yang ditampilkan di film ini. Anne Hathaway bisa menampilkan sebuah nyanyian itu dengan begitu kuat dan membuat saya merinding dibuatnya. Hampir saya menitihkan air mata saat lagu "I Dreamed A Dream" ini dilantunkan. Seperti saya ikut merasakan perjuangan Fatine (Anne Hathaway) di film ini yang penuh dengan kerasnya perjuangan untuk bertahan hidup di jaman perancis yang sedang penuh konflik. Anne Hathaway sebenarnya mempunyai screen time yang bisa dikatakan sedikit. Meskipun begitu, tidak mustahil apabila dia masuk nominasi dan mungkin akan memenangkan sebuah piala dari ajang bergengsi Academy Awards 2013. Serta sebuah lantunan "On My Own" yang menjadi performa yang begitu mengharukan dari Eponine (Samantha Barks). Dan menjadi sebuah sentilan pengalaman pribadi tentang pengalaman cinta bertepuk sebelah tangan. Bukan hanya mampu memberikan suara-suara yang indah, Para cast di film ini mampu menjalin chemistry yang sangat bagus di film ini. Serta penampilan yang sangat powerful dan ciamik sekali dalam mengekspresikan dialog mereka yang kuat dalam sebuah nyanyian bukan seperti melakukannya dengan terpaksa. Alur cerita film ini sebenarnya mempunyai sebuah cerita dengan alur yang lambat. Tetapi, untuk ukuran film musikal hal seperti itu sangat biasa sekali dan saya sama sekali tak memperhatikan durasi sama sekali karena sangat menikmati suguhan film ini yang sangat beda dari yang lain. Sayangnya, aspect ratio layar yang sedikit lebih kecil ketimbang biasanya membuat keindahan film ini sedikit kurang tergambarkan. Jadinya, tatanan kota perancis jaman dulu yang ditata dengan bagus dan sinematografi yang outstanding menjadi sedikit terbatas. Tom Hooper sepertinya sangat setia dengan penceritaan drama musikal yang benar-benar opera sehingga akan membuat penonton di dalam studio akan terjadi seleksi alam menjadi mana penonton yang bisa bertahan dengan menikmatinya dan merasakan keindahan opera odyssey in cinematic experience atau  mana penonton tak tahan ingin keluar dari studio karena merasa kebosanan dan alhasil, ada beberapa penonton yang mungkin meninggalkan studio. Seperti saat saya menonton film The Artist hanya saja penonton lebih sedikit daripada Les Miserables
Overall, Les Miserables adalah perjalanan drama opera yang diangkat ke sebuah film layar lebar dan memberikan cinematic experience yang berbeda. Suguhan yang kuat, memorable, dan OUTSTANDING. Inilah Les Miserables yang membuat saya semakin ingin menyaksikan langsung sebuah drama opera. 

Subscribe to receive free email updates: